mesin waktu.
ketika kita berikrar sebagai pria anti-kemapanan.
kita selalu sempat untuk membakar satu dua batang rokok dan ngobrol ngelatur
“satu batang lagi” ujar kalian.
dan kita memulai kembali pembicaraan.
kita punya megapro, RX, vespa hingga Evo.
dan “anjing” menjadi titik, koma, tanda seru di setiap perkataan.
tiap malam minggu kita habiskan memaki orang pacaran.
dan memulai ritual mematikan lampu dikamar dan berbicara tentang cinta.
aneh! kita memang aneh!
“saya suka dia” ujarmu.
“ya deketin lah” kami balas serempak.
dan pada akhirnya kita tidak ada yang pernah berpacaran saat itu.
dan kita saling berbangga dengan status jomblo abadi.
aneh! kita memang aneh!
dan kita mulai berevolusi.
kita mulai berpindah dari hip metal ke kci and jojo.
dan kita selalu bermimpi bisa memeluk seseorang di bazaar sekolah dengan iringan lagu itu.
itulah mimpi terbesar kita.
dan kita tidak pernah meraih mimpi itu.
aneh! kita memang aneh!
dan kita menghilang. kita berpisah. kita bercerai.
kita mulai “dewasa”, dan membunuh cap anti-kemapanan
kita tidak lagi sempat mebakar satu dua batang rokok di kios itu
kita sudah lupa. kita sibuk.
aneh! kita memang aneh!
dan kini satu persatu mengalami tahap evolusi yang sempurna.
berkeluarga.
aku mendapat undangan kalian.
tapi aku tak pernah di rumah untuk menjenguk kalian. untuk tahu siapa pasangan hidup kalian.
maafkan kawan. aku angkuh dan egois.
tapi aku tidak pernah punya rumah. aku nomaden.
kalian sudah menjadi pria dewasa dan mapan.
kalian sudah bebas dari kutukan anti kemapanan itu.
kalian ber evolusi.
meninggalkan aku sendiri. kapan tiba giliranku?
aneh! aku memang aneh!
-untuk para sahabat tercintaku-